Benarkah Muawiyah Menangisi Kematian Imam Ali?

Anti Wahabi

Ada trend basi di kalangan pengikut nashibi …..

Riwayat yang mereka jadikan hujjah adalah riwayat dhaif bahkan sebagian sanadnya dhaif jiddan atau maudhu’

Sudah kehabisan hujjah/dalil mengais-ngais di tempat sampah pun mereka lakukan demi sang idola Muawiyah Pengajak orang ke neraka (versi Rasul saw) dan Imam yang memberi petunjuk versi Nashibi wahabi/salafy

Nashibi apapun dilakukan demi keyakinannya yang bathil… apapun mereka lakukan mulai memalsu,memalsu blog bahkan memalsu kitab2 rujukan, memelintir hadis dan ayat al Qur’an… tanpa malu dan tanpa takut azab Allah SWT

Ada trend basi di kalangan pengikut nashibi yaitu mereka menggebu gebu ingin membuktikan kemesraan hubungan antara Muawiyah dan Imam Ali. Di antara hujjah mereka yang paling banyak dikutip adalah Muawiyah menangis dan bersedih atas kematian Imam Ali. Tentu saja tujuan mereka bukan untuk mengutamakan Imam Ali tetapi untuk mengangkat keutamaan Muawiyah dan untuk menghapus fakta bahwa Muawiyah termasuk yang mencaci Imam Ali.

Riwayat yang mereka jadikan hujjah adalah riwayat dhaif bahkan sebagian sanadnya dhaif jiddan atau maudhu’. Sangat mengagumkan, nashibi yang biasa mencela syiah [yang kata mereka banyak mengutip riwayat dhaif dan palsu] ternyata malah mereka yang suka berhujjah dengan riwayat dhaif. Betapa munafiknya kalian wahai nashibi.

وقال جرير بن عبد الحميد ، عن مغيرة قال : لما جاء خبر قتل علي إلى معاوية جعل يبكي ، فقالت له امرأته : أتبكيه وقد قاتلته ؟ فقال : ويحك ! إنك لا تدرين ما فقد الناس من الفضل والفقه والعلم

Jarir bin ‘Abdul Hamiid berkata dari Mughirah yang berkata “ketika kabar terbunuhnya Ali sampai kepada Muawiyah, maka ia menangis. Kemudian istrinya berkata “engkau menangisinya padahal engkau memeranginya”. Muawiyah berkata “celaka engkau, engkau tidak mengetahui bahwa orang-orang telah kehilangan seorang yang utama, faqih dan alim [Al Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir 11/429]

Riwayat ini dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah dan diikuti oleh para nashibi untuk dijadikan hujjah. Jika mereka tidak malas dan bukan pemalas maka sangat mudah untuk mengetahui sumber riwayat tersebut. Riwayat Mughirah yang dinukil Ibnu Katsir itu disebutkan dengan sanad yang lengkap oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh-nya.

أخبرنا أبو محمد طاهر بن سهل أنا أبو الحسن بن صصرى إجازة نا أبو منصور العماري نا أبو القاسم السقطي نا إسحاق السوسي حدثني سعيد بن المفضل نا عبد الله ابن هاشم عن علي بن عبد الله عن جرير بن عبد الحميد عن مغيرة قال لما جاء قتل علي إلى معاوية جعل يبكي ويسترجع فقالت له امرأته تبكي عليه وقد كنت تقاتله فقال لها ويحك إنك لا تدرين ما فقد الناس من الفضل والفقه والعلم

Telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Thaahir bin Sahl yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Hasan bin Shashraa telah menceritakan kepada kami Abu Manshur Al ‘Ammaariy yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Qaasim As Saqathiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Ishaq As Suusiy yang berkata telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Mufadhdhal yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Haasyim dari ‘Ali bin ‘Abdullah dari Jarir bin ‘Abdul Hamiid dari Mughirah yang berkata “ketika kabar terbunuhnya Ali sampai kepada Muawiyah maka ia menangis dan mengucapkan istirja’. Istrinya berkata “engkau menangisinya padahal engkau dahulu memeranginya”. Muawiyah berkata kepada istrinya “celaka engkau, engkau tidak mengetahui bahwa orang-orang telah kehilangan orang yang utama, faqih dan alim[Tarikh Ibnu Asakir 59/142]

Riwayat Mughirah dengan lafaz ini adalah maudhu’ karena di dalam sanadnya terdapat perawi yang tertuduh memalsu hadis, perawi yang majhul dan riwayat Mughirah tersebut sanadnya terputus [mursal].

  • Ishaq As Suusiy adalah Ishaq bin Muhammad bin Ishaq As Suusiy. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam Lisan Al Mizan dan menyatakan ia membawakan riwayat riwayat palsu tentang keutamaan Muawiyah, ia tertuduh karenanya atau para syaikhnya yang majhul [Lisan Al Mizan juz 1 no 1159]. Hal yang sama juga disebutkan oleh Abul Wafa’ dalam Kasyf Al Hatsiits [Kasyf Al Hatsiits no 124]
  • Sa’id bin Mufadhdhal yaitu syaikh [guru] Ishaq As Suusiy tidak ditemukan keterangan biorafinya sehingga ia tidak dikenal kredibilitasnya atau majhul
  • Mughirah bin Miqsaam adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat wafat tahun 136 H termasuk perawi thabaqat keenam [At Taqrib 2/208]. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa perawi thabaqat keenam tidaklah bertemu satu orang sahabatpun maka riwayat Mughirah tentang perkataan Muawiyah tersebut adalah mursal.

Riwayat Mughirah bin Miqsam yang serupa juga disebutkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Maqtal Aliy no 106 dan Ibnu Asakir dalam Tarikh-nya 42/582-583 dengan jalan sanad dari Yusuf bin Musa dari Jarir dari Mughirah. Status riwayat Mughirah ini adalah dhaif karena Mughirah bin Miqsam tidak bertemu dengan Muawiyah alias mursal. Setelah melihat kualitas riwayat yang menjadi hujjah kaum nashibi maka cukuplah menjadi bukti bahwa nashibi itu adalah orang-orang munafik. Mereka mencela orang lain padahal mereka sendiri sangat tercela. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari nashibi munafik.

Note : berikut contoh nashibi yang mengutip atau berhujjah dengan riwayat palsu yang dinukil Ibnu Katsir [penulis pernah berdiskusi secara tidak langsung atau melalui perantara dengan para nashibi ini]

  1. Orang yang menyebut dirinya “Tripoly Sunni” yang dapat anda lihat disinihttp://www.sunniforum.com/forum/archive/index.php/t-69443.html
  2. Orang yang menyebut dirinya “swords of sunnah” yang dapat anda lihat dalam salah satu tulisannya disinihttp://youpuncturedtheark.wordpress.com/2011/03/02/part-9-nature-of-relationship-between-ahlebaytra-and-muawiyara/

Kedua nashibi aneh ini dalam diskusi suka merendahkan argumen lawan diskusi yang mereka tuduh syiah seperti dengan kata kata “munafik” atau “stupid”. Ternyata kualitas mereka sendiri tidak jauh dari perkataan yang mereka katakan itu

Sumber:http://syiahali.wordpress.com/2011/11/04/benarkah-muawiyah-menangisi-kematian-imam-ali/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s